Pengertian Amenitas

Selasa, 21 Maret 2017
Pengertian Amenitas

PENGERTIAN AMENITAS DALAM PARIWISATA



Menurut kamus Oxford

Amienitas adalah A desirable or useful feature or facility of a building or place: the property is situated in a convenient location, close to all local amenities. Fasilitas yang berguna dari sebuah bangunan atau tempat. Terletak di lokasi yang nyaman dan dekat dengan segala fasilitas lokal yang lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Fasilitas adalah sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi dan kemudahan. Fasilitas ini dibagi menjadi dua kategori yaitu :
·      Fasilitas sosial yaitu fasilitas yang disediakan oleh pemerintah atau swasta untuk masyarakat, seperti sekolah, klinik, dan tempat ibadah.
·         Fasilitas umum yaitu fasilitas yang disediakan untuk kepentingan umum, seperti jalan dan alat penerangan umum.

PENGERTIAN AMENITAS DALAM PARIWISATA

Pengertian Amenitas Menurut Beberapa Ahli

1.¬†¬†¬†¬†Menurut Lawson dan Baud Bovy dalam bukunya¬†‚ÄúTourism And Recreation Handbook Of Planning And Design‚Ä̬†yang dikutip dalam penelitian Muslimah Nurul yang berjudul¬†Potensi Gunung Puntang Sebagai Objek Wisata Sejarah Di Kabupaten Bandung (2011)

Amenitas adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti hotel, motel, restaurant, bar, discotheques, café, shopping center, souvenir shop. Perusahaan-perusahaan inilah yang member pelayanan bila mereka dating berkunjung pada suatu DTW
Lawson dan Baud-Bovy¬†dikutip dari buku¬†‚ÄúTourism And Recreation Handbook Of Planning And Design (1998:24)‚Ä̬†membagi fasilitas dalam dua jenis, yaitu :
·           Fasilitas dasar untuk kompleks rekreasi dimanapun berada, yang memberikan pelayanan kepada wisatawan secara umum seperti akomodasi, makanan, dan minuman, hiburan bersantai dan juga infrastruktur dasar untuk pengelolaan sebuah obyek wisata.
·           Fasilitas khusus sesuai karakteristik lokasi dan sumber daya yang tersedia yang menunjukkan karakter alamiah sebuah objek pariwisata.
Yang termasuk dalam fasilitas wisata adalah fasilitas pendukung kegiatan wisata seorang pengunjung harian atau wisatawan. Lawson dan Baud-Bovy (1998:24) membagi fasilitas pendukung (ancillary facilities) ke dalam enam jenis fasilitas, yaitu:
·           Akomodasi (hotel, motel, cottage, apartement, dan lainnya)
·           Makan minum (restaurant, coffe shop, snack bar, dan lainnya)
·           Sanitasi
·           Aksesbilitas (jalan akses, setapak, pintu masuk/gerbang utama dan tempat parkir
·           Fasilitas aktif yaitu fasilitas yang dijadikan sebagai salah satu penunjang aktifitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung atau wisatawan.
·           Lain-lain (gedung kantor/administrasi, pos keamanan, pos penjaga pantai, dan lainnya.

2.¬†¬†¬†¬†Medlik and Middleton (1973:13) dikutip dari buku¬†‚Äú Product Formulation in Tourism. In Tourism and¬†¬†Marketing (vol. 13)‚ÄĚ
“... produk tujuan terdiri dari lima komponen: atraksi tujuan, fasilitas tujuan, aksesibilitas, gambar dan harga ... "
"... Dari sudut pandang pelanggan potensial mempertimbangkan segala bentuk kunjungan wisatawan, produk dapat didefinisikan sebagai sebuah paket atau paket komponen berwujud dan tidak berwujud, berdasarkan aktivitas di tujuan¬†...‚ÄĚ

3.¬†¬†¬†¬†Robert Christie Mill (1990:24)¬†dikutip dari buku¬†‚ÄúTourism The International Business‚ÄĚ
"Hal yang membawa orang ke tujuan; Fasilitas layanan mereka ketika mereka sampai di sana. Karena mereka berada jauh dari rumah, pengunjung membutuhkan hal-tertentu tempat tinggal, sesuatu untuk makan dan minum". 


4.¬†¬†¬†¬†Oka A. Yoeti (2002:211) dalam Jurnal Penelitian Edwin Fiatiano (2012) ‚ÄúMengemas Produk Pariwisata Pada Daerah Tujuan Wisata‚ÄĚ.
Amenitas adalah fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, usaha pengolahan makanan, transportasi, rekreasi dan lain-lain.
5.    Menurut Dirjen Pariwisata Indonesia
Amenities (fasilitas) tersedianya fasilitas yaitu tempat penginapan, restoran, transportasi lokal yang memungkinkan wisatawan berpergian, alat-alat komunikasi.

6.¬†¬†¬†¬†Peter Mason (2000:46) dalam buku ‚Äėtourism impact, planning and management‚ÄĚ
Amenitas adalah fasilitas untuk memperoleh kesenangan. Dalam hal ini  dapat berbentuk akomodasi, kebersihan, dan keramahtamahan.


Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli amenitas dapat dikatakan adalah fasilitas yang dimiliki suatu tempat tujuan wisata atau destinasi seperti hotel, restoran, bar, sarana olahraga dan lainnya yang disediakan bagi wisatawan. Disamping daya tarik wisata, wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata juga membutuhkan adanya fasilitas yang menunjang perjalanan dan memberikan berbagai kemudahan bagi wisatawan yang datang dalam rangka meningkatkan pengalaman rekreasi mereka. 

Selain faktor atraksi, amenitas juga mempunyai peranan yang sangat besar bagi wisatawan yang akan mengunjungi suatu destinasi. Semakin lengkapnya suatu destinasi mempunyai amenitas atau fasilitas yang lengkap maka akan semakin banyak pula wisatawan yang akan mengunjungi destinasi tersebut.
 Suatu fasilitas kawasan wisata memiliki syarat-syarat dalam hal pengembangannya yaitu something to see (daya tarik wisata), something to do (aktivitas yang membuat wisatawan tinggal lebih lama), something to buy (kawasan perbelanjaan), how to arrive (aksesbilitas, transportasi), how to stay (penginapan). Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan tersebut, perlu disediakan bermacam-macam fasilitas, mulai dari pemenuhan kebutuhan sejak berangkat dari tempat tinggal wisatawan, selama berada di destinasi pariwisata dan kembali ke tempat semula. 

Disamping fungsinya yang merupakan fasilitas (sarana/prasarana) umum, publik amenitas juga harus mempunyai standar dalam aplikasinya di lapangan dalam bahasan ini adalah daerah tujuan wisata, yaitu :
·         Fasilitas publik harus strategis, untuk kemudahan aksesbilitas pengunjung/wisatawan.
·         Bentuk dari fasilitas harus dapat dikenal (recognizable), sebaiknya menggunakan bahasa universal yaitu bahasa domain lokal maupun bahasa asing (inggris, mandarin, arab).
·         Pemanfaatan fasilitas harus sesuai dengan fungsinya
·         Di tempatkan di area yang tepat agar masyarakat umum dapat melihat dan dapat langsung menggunakan tanpa harus mencari-cari. Sebaiknya hindari di tempat yang sepi (terisolasi/terpencil) . Hal ini untuk meminimalkan resiko kejahatan.
·         Terjangkaunya komunikasi darurat untuk proteksi ancaman kejahatan.
·        Kualitas dari fasilitas itu sendiri harus sesuai dengan standar-standar yang berlaku dalam kepariwisataan.



  Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar